<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Persebaya 1927 Surabaya &#124; Bonek &#124; BajulIjo.Net &#187; 6-2</title>
	<atom:link href="http://bajulijo.net/tag/6-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bajulijo.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 May 2013 12:07:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<item>
		<title>SUAP, BAGAIMANA PENDAHULU SEPAKBOLA KITA MENYIKAPINYA&#8230;..???</title>
		<link>http://bajulijo.net/2011/06/suap-bagaimana-pendahulu-sepakbola-kita-menyikapinya/</link>
		<comments>http://bajulijo.net/2011/06/suap-bagaimana-pendahulu-sepakbola-kita-menyikapinya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 02:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakdim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[6-2]]></category>
		<category><![CDATA[Austria Salzburg]]></category>
		<category><![CDATA[persebaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bajulijo.net/?p=986</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kisah inspiratif kami temukan, ketika sedang asyik membolak-balik lembaran sebuah karya media cetak pada tahun 50-an. Kisah tersebut memberi begitu banyak nilai positif yang seharusnya bisa [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kisah inspiratif kami temukan, ketika sedang asyik membolak-balik lembaran sebuah karya media cetak pada tahun 50-an. Kisah tersebut memberi begitu banyak nilai positif yang seharusnya bisa dijadikan cambuk bagi <em>stake holder</em> sepakbola saat ini. Kisah dibawah ini mengajarkan bahwa di era ketika sepakbola hanya sebuah permainan yang tidak bisa dijadikan sandaran hidup justru dimainkan oleh orang-orang yang memiliki integritas super tinggi, meskipun tidak dibayar mereka menunjukkan arti sebuah kebanggaan dan kecintaan ketika bertanding dengan logo Persebaya di dada.</p>
<p>Kisah ini memperkuat pernyataan legenda kita, Dr. I.A Ferdinandus, yang belum kami catat dalam profil beliau. Sang legenda berkata, “ Dulu suap sudah sangat marak, namun kami bertahan karena cinta dan kebanggaan kami untuk Persebaya dan sepakbola, namun ketika saya dihadapkan antara pada situasi yang sulit untuk menolak saya lebih memilih mundur. Daripada bertengkar dengan kawan sendiri”.</p>
<p>Pada saat itu ada beberapa skandal suap yang begitu menyita perhatian publik (salah satunya dibawah ini), yang menarik adalah sikap mereka yang terlibat dan bagaimana otoritas berwenang berani bersikap tegas meskipun saat itu regulasi masih belum diatur dengan jelas. Sekaligus mengingatkan kita, ketika Bung Karno memberi sanksi dan membubarkan tim nasional yang ketahuan menerima suap.</p>
<p>Bagaimana kondisi saat ini&#8230;???</p>
<p>Menurut kami tidak perlu pembahasan detail mengenai fenomena suap disepakbola saat ini. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa suap dan korupsi telah mendarah daging, disetiap lini kehidupan termasuk dalam konteks sepakbola.</p>
<p>Sekali lagi mengingatkan kami akan pesan Dr. I.A Ferdinandus, “hakikat sepakbola adalah sportifitas”. Sebuah barang langka yang sulit didapatkan di sepakbola nasional, yang hingga saat ini seperti kesulitan mendefinisikan jatidirinya.</p>
<p>Semoga kisah ini bisa menginspirasi kita semua &#8230;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://bajulijo.net/wp-content/uploads/2011/06/DSC_0009_2_END.jpg"></a><a href="http://bajulijo.net/wp-content/uploads/2011/06/DSC_0009_2_END1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-990" title="DSC_0009_2_END" src="http://bajulijo.net/wp-content/uploads/2011/06/DSC_0009_2_END1.jpg" alt="" width="640" height="135" /></a></p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong>PERSIBAJA DIGULINGKAN SALZBURG</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Penjuapan pemain terbongkar</strong></p>
<p style="text-align: center;">Oleh : Gadio Atmosantoso</p>
<p>Pada hari Rebo tg 6 Djuli Persibaja telah mengalami kekalahan jang tidak sedikit dari kesebelasan Salzburg, kekalahan jang paling besar dalam sedjarah Persibaja dalam menghadapi kesebelasan-2 luar negeri. Angka kekalahan 6-2 bukan angka jg membuktikan lebih baiknja permainan Salzburg daripada kesebelasan-2 jang datang dulu, melainkan permainan Persibaja hari rebo itu djauh dibawah tingkatan permainanja biasa. Betul pada permulaan pertandingan Persibaja sudah dapat memasukkan lebih dulu, akan tetapi selanjutnja permainanja tampak sangat lemah. Hingga achirnja dengan tidak disangka sangka oleh umum, Persibaja harus menyerah dengan angka jang menjolok mata itu. Apabila semangat bermain Persibaja sama dengan jang mereka perlihatkan waktu melawan Grasshoppers dulu, maka jakin tidak perlu Persibaja menderita kekalahan. Karena tingkatan permainan Salzburg tidak jauh bedanja dengan Grasshoppers.</p>
<p>Persibaja keluar dengan pasangan sbb :</p>
<p>Mahri (gk)</p>
<p>Ferdinandus                           Sian Liong</p>
<p>Sidik                                Sidhi                            Saderan</p>
<p>San Liong                  Thiam Gwan                       Mustamu</p>
<p>Tiong Mo                         Oe Han</p>
<p><a href="http://bajulijo.net/wp-content/uploads/2011/06/Starting-Line-Up.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-983" title="Starting Line Up" src="http://bajulijo.net/wp-content/uploads/2011/06/Starting-Line-Up.jpg" alt="" width="552" height="417" /></a></p>
<p>Pada permulaan pertandingan Salzburg bermain sangat hati-2 dan selalu mengadakan orientasi tentang kekuatan dan kelemahan lawan. Karena waktu dipergunakan untuk orientasi ini, maka pada menit-2 jang permulaan mereka senantiasa diserang dan dikuntji oleh Persibaja, hingga waktu pertandingan berjalan 3 menit Thiam Gwan dengan suatu run jang tjepat dan tendangan jang menggeledek dapat mendjebolkan benteng mereka.</p>
<p>Tidak lama Salzburg menudjukan perhatiannja pada orientasi. Setelah agak mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, waktu pada menit jang ke 6 mereka mendapat kesempatan untuk menjerang, dengan suatu schuiver jang geplaast mereka berhasil memasukkan bola dengan demikian stand mendjadi 1-1. Sesudah stand ini Persibaja masih tetap bermain dengan penuh semangat dan terus melantjarkan serangan-2 hingga seringkali benteng Salzburg berada dalam keadaan bahaja. Sebaliknja dengan tenang  tehnik jang tinggi dan berdasarkan pengalaman2 dalam pertandingan2 besar, Salzburg mendesak Persibaja hingga tidak jarang sidi dengan kawan2nja terpaksa bekerdja dengan segenap tenaga jang ada pada mereka untuk menghindarkan gawang dari goal. Dengan permainan jg sangat beheerst, pula karena half kanan dan kiri Persibaja lemah, maka sebelum istirahat Salzburg berhasil memasukkan 3 goal, hingga stand mendjadi 3-1.</p>
<p>Dalam babak kedua pasangan Persibaja dirobah, Oe Han diganti oleh Tiong Mo. Sahetapy masuk mendjadi kanan dalam dan Thiam Gwan menjadi kanan luar, sedang saderan diganti oleh riduwan dan mahri oleh sunarjo. Pergantian ini membawa agak lebih kuatnja barisan tengah, akan tetapi barisan depan tidak dapat bekerdja dengan effectief, dan selama 45 menit bermain, hanja Thiam Gwan-lah jang dapat memasukkan lagi. Meskipun kesempatan bagi Mustamu untuk mentjetak goal tidak sedikit djuga. Akan tetapi sesudah stand 3-2 itu Persibaja selalu diserang dan achirnja terpaksa menjerah dengan angka 6-2.</p>
<p>Apabila kita tindjau pertandingan itu maka tidak banjak kita mendapat peladjaran dari tamu. Karena apa jang mereka perlihatkan djuga telah kita djumpai djuga waktu melawan Kalmar, Gak Graz dan Grasschoppers, jaitu tehnik bola jang masak dan ketenangan dalam keadaan bagaimanapun djuga. Kesemuanja masih tidak dapat menjamai atau mendekati apa jang telah diperlihatkan oleh pemain2 Jugoslavia-B dulu.</p>
<p>Diatas saja katakan, bahwa semangat permainan Persibaja tidak seperti waktu melawan team2 luar negeri lainnja jang pernah datang di Surabaja. Nampak tidak ada saling mengerti jang baik diantara satu pemain dgn pemain lainnja. Jang satu bekerdja keras untuk menghindarkan serangan lawan atau untuk memasukkan bola dalam djala lawan disamping itu nampak pula pemain 2 jang bekerdja tidak seperti biasanja kita melihat daripadanja. Pendjaga gawang Mahri rupa2nja kurang senang dalam permainanja dan ia membuat kesalahan waktu goal ke dua ditjetak, akan tetapi tendangan pertama dan ketiga memang sukar diterimanja. Adapun Soenarjo jang mengganti dalam babak kedua djuga agak nerveus dan seringkali bola jang diterimanja jatuh lagi untungja tidak sampai dapat dikuasai lawan kembali. Adri Ferdinandus hari itu bermain tjukup baik. Penuh semangat dan banjak bahaja jang dapat dihindarkannja berkat besar tubuhnja jang dapat mengimbangi tubuh lawannja. Sian Liong, meskipun baik permainanja, merasa kurang pada tempatnja sebagai back kiri. Adapun Sidhi sebagai spil masih tetap baik, hanja saja sudah kurang ketjepatannja dan sering kalang kabut karena kurang mendapat bantuan dari pemain2 half lainnja. Saderan dan Sidik sebagai half kiri dan kanan hari itu tidak dapat menunjukkan ketjakapannja seperti biasa, hingga seringkali gepaseerd. Saderan nampak sudah berkurang nafasnja sedang umpan2 Sidik kebarisan depan seringkali kandas dikaki lawan.</p>
<p><a href="http://bajulijo.net/wp-content/uploads/2011/06/Persibaja-vs-Salzburg.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-984" title="Persibaja vs Salzburg" src="http://bajulijo.net/wp-content/uploads/2011/06/Persibaja-vs-Salzburg.jpg" alt="" width="670" height="163" /></a></p>
<p>Dalam babak kedua Saderan diganti oleh Sidik sedang half kanan ditempati oleh Riduwan. Pemain muda ini meskipun kurang pengalaman dalam pertandingan2 internasional telah menunjukkan permainan jang tjukup memuaskan dan Sidik agak lebih baik apabila dibanding dengan babak pertama. Kanan luar Tiong Moo tidak dapat menundjukkan keistimewaannja  meskipun seringkali dapat melantjarkan serangan2 dari tepi jg.baik dan membahajakan lawan, San Liong tetap merupakan voeder dan scakel antara barisan depan dan belakan jang tinggi tehnik serta taktiknja, akan tetapi jang selalu di djaga oleh lawan, hingga achirnya ia sama sekali tidak mempunjai kesempatan untuk menembak kearah gawang. Meskipun demikian umpan2 ke kawan2nja sangat baik. Akan tetapi umpannja jang tepat kepada Mustamu tidak dapat diteruskan oleh pemain ini dengan baik. Beberapa kali Mustamu berdiri bebas dan bola jang tinggal ditendangnja dalam djala lawan saja. Diputar2 atau dikembalikan kepada kawan jang ada dibelakangnja, hingga serangan mendjadi mentah lagi dan achirnya dapat dihalau oleh lawan.</p>
<p>Thiam Gwan hari itu merupakan pemain jang patut mendapat pudjian karena semangatnja jg menjala-njala untuk memasukkan bola ke gawang lawan. Dengan tidak menghiraukan permainan kawan jang lemah ia selalu radjin mentjari bola dan kedua goal dari Persibaja hanja dapat terdjadi karena kemauannja jang keras itu.</p>
<p>Oe Han tetapi masih belum dapat diketengahkan dalam pertandingan2 jang besar dan Sahetapy jang dalam babak kedua masuk telah berusaha untuk memperketjil kekalahan akan tetapi karena pendjagaan lawan sangat rapatnja, usahanja gagal.</p>
<p>Demikianlah Persibaja telah telah mengalami kekalahan jang tidak sedikit. Mudah2an saja kekalahan jang pahit ini dapat mendjadi pelajaran bagi Persibaja dalam menghadapi pertandingan2 jang akan datang.</p>
<p><a href="http://bajulijo.net/wp-content/uploads/2011/06/DSC_0004_END1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-989" title="DSC_0004_END" src="http://bajulijo.net/wp-content/uploads/2011/06/DSC_0004_END1.jpg" alt="" width="640" height="517" /></a></p>
<p>PADA tanggal 8 Djuli terbukalah tabir jang menutupi latarbelakang dari kurang baiknja permainan Persibaja tatkala melawan Salzburg, sebetulnja sebelum pertandingan diselenggarakan telah terdengar desas-desus tentang adanja ketidakberesan diantara beberapa pemain Persibaja, namun tidak begitu menghiraukannja. karena adanja kepertjajaan terhadap tingginja moreel pemain2 kita. Akan tetapi setelah pertandingan berachir dengan angka jang mentjolok. Maka desas desus makin kuat bahkan ada jang berani mengatakan bahwa 2 orang pemain Persibaja menerima wang suapan dari orang jg pertarohan.</p>
<p>Pihak Persibaja mengenai hal itu setelah mengadakan pengusutan memberi penjelasan bahwa sebelum pertandingan Persibaja melawan Salzburg dilangsungkan, The Hway Gie bekas pemain sepakbola telah mentjoba untuk menjuap penjaga gawang Persibaja Saleh Mahri dengan maksud supaja Salzburg dapat menang 2, karena ia memegang Salzburg dengan memberi voor kepada Persibaja.</p>
<p>Sehari sebelum pertandingan dilangsungkan The Hway Gie datang pada Saleh Mahri dan bersedia memberikan wang Rp. 4000,- (<em>catatan bajulijo.net : pada saat itu harga beras kurang lebih sekitar Rp. 9,- per kilogram</em>)  kepadanja apabila ia mau memenangkan Salzburg dengan angka lebih dari dua. Setelah ternjata Saleh tidak bersedia The Hway Gie mengatakan bahwa 3 pemain lainnja Saderan, Sidik dan Mustamu djuga telah mau menerima wang suap daripadanja. Mendengar ini Saleh pura2 mau menerima tawaran Hway Gie tapi dengan segera ia melaporkannja kepada pengurus perkumpulannja dan pengurus Persibaja. Persibaja mempersilahkan Mahri menerima wang suapan itu tapi ia harus bermain seperti biasa. Dan  Persibaja akan mengirimkan seseorang mengintai dan menjaksikan penjerahan wang jang akan dilangsungkan malam hari sesudah pertandingan selesai.</p>
<p>Pada malam hari itu setelah wang diterima oleh Saleh Mahri segera ia menyerahkannja kepada pengurus perkumpulannja jang kemudian meneruskannja kepada pengurus Persibaja.</p>
<p>Kemudia Persibaja mengadakan rapat pengurus istimewa disana Saleh Mahri dan The Hway Gie didengar keterang2nja.dalam rapat itu Hway Gie menerangkan bahwa betul ia menjuap Saleh Mahri, tetapi Saderan, Sidik dan Mustamu tidak. Ia berkata dimuka Mahri bahwa ia djuga menjuap ketiga pemain itu sekedar untuk memantjing Mahri supaja ia mau disuap.</p>
<p>Sesudah mendengarkan keterangan2 itu maka pengurus Persibaja memutuskan mendjatuhkan hukuman schorsing selama hidup kepada The Hway Gie dan larangan untuk menjaksikan pertandingan2 sepakbola jang diurus oleh Persibaja. Kepada Saleh Mahri diutjapkan terimakasih karena ia telah memberanikan diri melaporkan suapan itu kepada Persibaja sedang terhadap Sidik, Saderan , Mustamu tidak diambil tindakan apa2. Karena tidak ada bukti jang mengatakan bahwa mereka telah menerima suapan.</p>
<p>Demikianlah duduk perkaranja. Dengan dihukumnya The Hway Gie diutjapkanja terima kasih kepada Saleh Mahri dan tidak diadakannja tindakan terhadap ketiga pemain tersebut. Sebetulnja soalnja masih belum selesai. Althans mengenai Saderan, Sidik dan Mustamu. Karena meskipun Hway Gie menerangkan bahwa ia tidak menjuap tiga pemain itu, tetapi bagaimanapun djuga mempergunakan nama mereka untuk “memantjjing” Saleh Mahri, nama ketiga itu terseret seret hingga dengan demikian nama dapat turun. Kebenaran utjapan Hway Gie dapat disangsikan dan tidak dapat dibuktikan, bahwa ketiga pemain itu tidak menerima wang suapan. Djadi tidak dapat dibuktikan ketiga pemain itu menerima wang suapan atau tidak menerima suapan, hingga dengan demikian mereka mendjadi korban dari utjapan2 Hway Gie jang katanja dimaksud untuk memantjing itu. Memang dalam hal ini ketiga pemain itu berada dalam keadaan ajang sulit. salah satu djalan untuk mempertahankan nama baik mereka jalah mereka menuntut Hway Gie supaja <strong>dimuka umum Hway Gie bersumpah, bahwa ia tidak menjuap mereka. </strong>Adapaun Hway Gie jang menginsjafi bahwa utjapan2nja itu mentjemarkan nama ketiga pemain itu, harus bersedia mengutjapkan  sumpah itu. Dan lebih baik baik lagi disamping sumpah dari Hway Gie itu ketiga pemain pemain tersebut mau menjatakan kepada umum djuga bahwa mereka sama sekali tidak menerima wang suapan dari Hway Gie.</p>
<p>Dengan demikian maka nama ketiga pemain jang terseret-seret dalam peristiwa penjuapan itu dengan sendirinja mendjadi baik kembali.</p>
<p>Majalah liberal 25 sept 1954</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terima kasih sebesar-besarnya kepada :</p>
<p>Jemmy Husni Mubarak dan Oei Hiem Hwie yang telah membuat semuanya menjadi mungkin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bajulijo.net/2011/06/suap-bagaimana-pendahulu-sepakbola-kita-menyikapinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments></slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
