Rest In Peace, AA Rae Bawa

Tepat pukul 15:30 WIB, sore hari tadi (16/10). Mantan pemain Persebaya dan Niac Mitra, Anak Agung Rae Bawa, di usia 58 tahun berpulang ke Sang Hyang Widhi dengan damai.Jenazah disemayamkan di kamar jenazah RS AL Dr Ramelan Surabaya sebelum diberangkatkan melalui jalur darat ke Bali. “Ada kemungkinan beliau meninggal saat perjalanan dari rumah menuju RS,”…

Yongky Kastanya, Loyalitas Sang Gelandang

13 tahun lamanya bermain untuk Persebaya, tanpa cedera sampai akhir karir. Di posisi yang sangat sentral, gelandang. Bersama kuartet tengah (Aris Sainyakit – Helly Maura – Budi Johannis), 3 kali final Perserikatan dan 1 gelar perserikatan 1987/1988 berhasil diraih. Awal karir Saat menjuarai Kompetisi Perserikatan 87/88 orang lebih mengenal Syamsul Arifin atau Mustaqim, sebetulnya peran…

I Gusti Putu Yasa, The Last Man Standing

“The goalkeeper is the lone eagle, the man of mystery, the last defender. Less the keeper of a goal than the keeper of a dream.” – Vladimir Nabokov Demikian tutur sang novelis Amerika kelahiran Rusia, Vladimir Vladimirovich Nabokov. Belum pernah ada dalam sejarah sepakbola sampai saat ini tercatat nama seorang Kiper yang menjadi pemain terbaik…

Nuryono Haryadi, A Fantastic Captain

Pertandingan yang melelahkan baru saja berakhir, skor 3-2 untuk kemenangan Persebaya. Sebentar lagi Piala Presiden akan diserahkan dan dia berdiri paling depan di barisan diikuti kawan-kawannya. Secara pribadi, piala ini sangat berarti karena di musim lalu melayang ke Semarang. Final kedua dan musim kedua dengan jabatan kapten Persebaya. Sorak sorai kegirangan kala dia mengangkat piala…

QUALITY NEVER GOES OUT OF STYLE (Muharrom Rusdiana, a short story)

Muharrom Rusdiana, sebuah nama yang mungkin asing ditelinga pecinta bola saat ini, tapi jika kita kembali ke belakang. Di era 80-an, nama tersebut tidaklah asing ditelinga. Muharrom Rusdiana adalah anggota skuad golden generation Persebaya yang mampu mengobati 10 tahun dahaga gelar publik bola Surabaya dengan membawa pulang trophy perserikatan. Setahun sebelumnya, tepatnya musim kompetisi 1986/1987, Persebaya sudah sangat dekat…

Maura Hally, Ball Winning Midfielder

Pada kesempatan lalu kami menemui Yongky Kastanya, dari beliau tertinggal satu kalimat pernyataan yang merupakan kunci untuk segera kami cari tahu. “Duet ideal saya dengan hally,kami saling melengkapi.”, itu pernyataannya. Berbekal informasi, melajulah kami menuju timur surabaya, tempat dimana beliau bermukim. Perawakannya masih sehat sama seperti kala bermain di jaman-jaman keemasan,era 80an. Awal Karir, PSAD…

Liem Tiong Hoo, Iyo Sarjana Iyo Persebaya

Saat ini tidak banyak yang tahu sosok Liem Tiong Hoo atau biasa dikenal dengan dr Hendro Hoediono. Tetapi jika kita bertanya pada penikmat Persebaya di era 40-an hingga awal 50-an, tentu nama tersebut sangat familiar. Maklum, beliau adalah pemain yang begitu tersohor di era tersebut. Di era itulah Surabaya memulai dominasinya dikancah sepakbola nasional sejak…

Hanya Ada Satu Budi Johannis (bagian-2)

Rivalitas Semu Meskipun kompetisi perserikatan adalah kompetisi amatir, ini tidak berlaku terhadap sikap loyalitas mereka terhadap klub. Rata-rata punggawa klub perserikatan berasal dari putra daerah, local lad, dimana sifat kedaerahan masih kuat. Mengharumkan nama daerah masih menjadi tujuan utama, itu juga yang membuat skuad Persebaya era beliau memiliki keterikatan yang erat antara satu pemain dengan pemain…

Hanya Ada Satu Budi Johannis (bagian-1)

Dari Ambengan Ke Brazil Bagi penikmat sepakbola Surabaya, terutama di era kompetisi perserikatan. Namanya tidak asing lagi, salah satu pelaku sejarah 3 tahun kompetisi berturut-turut Persebaya melangkah ke final era perserikatan tahun kompetisi 1986/1987, 1987/1988, 1988/1989. Sisa-sisa kejayaan masih saja terlihat walau saat ini beliau sudah tidak bersinggungan dengan dunia sepakbola, dunia yang telah membesarkannya.…