Eksklusif – Bersama Andik Vermansyah #10
Tidak diragukan lagi dialah talenta terbaik yang dimiliki Persebaya saat ini, dialah idola Bonek dan Bonita. Kemampuan olah bolanya tak perlu diragukan lagi, tapi kenapa dia menolak tawaran salah satu anggota golden generation Portugal Rui Costa…………..???
Tanggal 8 November 2011 begitu spesial buat saya, bagaimana tidak?..Setelah sehari sebelumnya berkomunikasi lewat sms akhirnya seorang idola mengiyakan saya untuk bertemu dan meluangkan waktunya “hanya” sekedar berbincang santai.. Yaaa.. Andik Vermansah, sosok mungil yang lincah itu mengatakan (dalam Sms nya), “jam 10 ya di (hotel) Sultan”
Mbookk.. Ati iki gak ngerti kudu ngomong opo.. Padahal sehari sebelumnya (07 Nov 2011) seorang Andik Vermansah mencetak gol di debut Internasional pertama nya saat melawan Timnas U-23 Kamboja.
Jam menunjukkan 21.30 disaat saya telah tiba dilobby hotel Sultan Jakarta (tempat Timnas U-23 Indonesia menginap), segera saya layangkan sms kepada Andik guna mengabarkan saya telah tiba. Ternyata memang saya yang datang duluan, Andik sedang keluar, “sebentar ya mas, saya msh keluar. Tgg aja sebentar lg jg sampai.”
Demikian balesan sms dari Andik yang membuat saya semakin sumringah karena tak lama lagi saya akan berbincang dengan “rising star football player” asal klub kebanggaan saya, Persebaya Surabaya.
Sembari menunggu tak lupa saya kenakan syal Persebaya yang Insya Allah akan saya bawa kemanapun saya berada.. Tak lama sebuah taxi pun berhenti didepan lobby hotel dan muncullah Andik Vermansyah! Wow.. Ini dia saat yang saya nantikan.. Sedikit perkenalan dan kami pun sepakat segera memulai perbincangan yang (agak) serius ini..
Berhubung saiki lagi spirit hari pahlawan, wawancara’e digawe bahasa suroboyoan yo rek..
BI (BajulIjo) : Sakjane aku pengen ngerti iku arti Persebaya gawe seorang Andik Vermasyah iku opo? Persebaya iku koyok yok opo? Menurut sampeyan..
AV (Andik Vermansyah) : Bahasa Indonesia apa bahasa Jawa?
BI : Sembarang sak enak’e sampeyan
AV: Ya selama saya di Surabaya telah merantau dari Jember ke Surabaya, Persebaya adalah tim besar mas. tim besar yang cukup disegani seluruh Indonesia
BI : Barometer istilahe yo? Barometer sepakbola nasional..
AV: Iya dan Persebaya tidak lepas dari pemain-pemain bagus, mempunyai bibit-bibit bagus, kompetisi internal sangat bagus. Saya yakin ada bibit-bibit lagi selain saya.
BI : Sampeyan ngerti Persebaya ngelonthok, ono tokoh legenda gak nang Persebaya iki sing sampeyan idolakan?
AV: Bejo. Saya suka tipe pekerja keras, pantas jadi jendral lapangan. Menurut saya, tidak ada libero seperti Bejo Sugiantoro. Belum ada selain dia. Saya pengen main lagi sama dia, saya tidak menyangka dulu satu tim sama dia. Awalnya hanya lihat nonton, ternyata bisa latihan dan bisa main bareng. Suatu penghargaan buat saya.
BI : Pendapat sampeyan tentang sosok bonek dan bonita yak opo?
AV: Cukup bagus bonek dan bonita, tapi kalau anarkis selama tidak diprovokasi tidak mungkin mereka seperti itu. Bukan saya mentang-mentang saya pemain Persebaya, saya pernah melihat sendiri.
BI : Pas sampeyan main kan krungu lagu-lagu provokasi, lek aku pribadi gak enak dirungokno..conto’e aremania janc*k dibunuh saja. Memang ada rivalitas tapi bagaimana seharusnya bonek bersikap ambek lagu-lagu iku. Lek AV melihatnya bagaimana?
AV: Sebenarnya kalau dipandang kurang bagus tapi kalau buat rame stadion bisa memprovokasi pemain lawan ya gak apa-apa lah asal jangan berlebihan.
BI : Peran wongtuo gawe seorang AV iku yo opo? Opo ono wejangan pas arep main?
AV: ya mereka bilang ati-ati kalau main. Dimanapun (pikiran) selalu orangtua. Orangtua sangat bangga sekali saya cetak gol, (orangtua) sampek mbelani puasa.
BI : Iki podo karo pertanyaan ambek nang Kompas. AV iku kelebihane speed ambek driblling, uakeh sing ngomong, “Messi..Messi..Messi.”..Yo opo rasane?
AV: Pasti sangat senang sekali tapi kalau disamakan pasti beda. Tapi namanya kalau dapat dukungan dari orang itu merasa bangga dan merasa percaya diri. Dipercaya penonton merasa kayak aura bertanding itu makin greget, ngak ada kata lelah.
BI : Seleksi timnas iku ditelpon tha yak opo? Atau didaftarkan Coach Aji?
AV: Coach Aji diminta siapa yang layak, saya disodorkan. Tapi bukan ini (AV) harus masuk. Saya tidak mau, kalau seperti itu saya lebih baik tidak main bola. Coach Aji pernah bilang ke saya, “saya hanya bisa masukkan gini tapi tidak sikut campur.” Saya tidak suka harus dipaksakan harus masuk, bisa merugikan tim. Saya harus seleksi sesuai dengan kemampuan dan keputusan pelatih.
BI : Wingi lek gak salah AV debut internasional pertama, duduk di bench sebagai pemain cadangan, perasaan’e yo opo?
AV: Saya sebagai pemain professional, pasrah sama pelatih. Saya selalu siap meskipun saya dicadangan, saya tetap support teman. Dan kalau saya diberi kesempatan, saya akan menunjukkan yang terbaik.
BI : Pengen ndang cepet mlebu pengen main tha yak opo?
AV: Dari kecil saya sudah pengen masuk timnas, sebelum masuk timnas saya nyanyi-nyanyi Indonesia (Raya) sendiri. Akhirnya saya bisa masuk timnas, saya rasanya terharu.
BI : Begitu RD (Rahmad Darmawan) memberi arahan, “ ayo andik siap pemanasan” ..terus main. Yo opo perasaanmu?
AV: Ya wis ati sudah gak sabar pengen main saja.
BI : Pada waktu tendangan pojok, opo’o kok umpan pendek terus njaluk dibalikno maneh bal’e. opo sing dipikirkan andik saat itu?
AV: Dari pemain sayap yang masih di corner cuma 3, terus Okto masih ancang-ancang. Saya lihat Libero Kamboja sudah kelelahan kurang konsentrasi dan kiper sudah down. Saya punya pikiran, kenapa tidak saya coba. Alhamdulillah cetak gol.
BI : Gol wingi iku lek pengen ditujukan kepada siapa?
AV: Pertama, kepada orangtua. Yang sudah dukung aku, dibelani sampek puasa. Kedua, kepada orang Indonesia yang tidak suka aku. kalau saya cetak gol diem saja, kesempatan gagal saya diolok-olok. Biasa rival klub, olok-olok’an antar klub itu wajar.
BI: Selebrasi wingi iku unik, opo arti selebrasi ?
AV: Sebenarnya ini ada tato, tidak permanen. AnThi artinya Andik Thiara. Saya buat pas liburan di Cilegon. Saya kasih tahu ke cewek saya, dan dia juga tahu.
BI: Jadi, wingi selebrasi lambang iku gawe Thiara?
AV: Iya, cinta.
BI: Opo’o kok nomor punggung 21? Apakah Jatah atau Milih? Alasane opo?
AV: Saya tidak milih, saya dikasih. Sebenarnya saya (nomor) 10 pas Okto sebelum datang (seleksi timnas), Okto datang minta (10). Saya orangnya terserah pakai nomor berapapun, yang penting di lapangan bermain. Masalah nomor tidak masalah.
BI: AV sekarang 20 tahun , masih ada 3 tahun di timnas U-23.sengertiku pas ujicoba, awakmu iku dipasang berbagai posisi ( mulai sayap kanan, striker, attacking midfield, tengah, kiri). Padahal di posisi itu sudah banyak pilihan dan pilihan-pilihan diisi pemain yang macam Patrick Wanggai, Okto, dll. Harapan di U-23?
AV: Kalau persaingan ya saya berusaha keras dan persaingan secara baik. Pak RD (Rahmad Darmawan) bilang saya cari pemain bisa 2 posisi. SEA Games ini 20 kuota pemain, kalau ada pemain cidera pasti ada pemain (pengganti) siap.
Kalau saya tidak masalah selama saya nyaman, tetapi kalau saya di posisi tidak benar. Pelatih siapapun saya akan menolak, kalau ada masalah di lapangan yang kena kita (pemain) sendiri. Mending bilang diawal.
BI: Siapa teman dekat selama di timnas?
AV: Wah sayang sekali, teman dekat saya sudah dicoret. Kim Jeffrey. Sekarang semua sama, tetapi yang spesial, Kim.
BI: Kenapa spesial?
AV: Kim, orangnya baik. Sopan. Mengajari bahasa inggris. Mulai dekat di TC (Batujajar), pertama ketemu di Charity Game. Sampai sekarang berhubungan sama dia.
BI: Untuk meredam gede rumongso (sombong), seorang AV yo opo?
AV: Saya selalu ingat yang dulu, tetep rendah hati tidak sombong. Untuk semua yang telah mendukung, saya terima kasih. Saya tidak mau dibilang orang sombong.
BI: Kemungkinan next match, AV menjadi starter?
AV: Wah, saya kurang tahu. Terserah pelatih, kalau saya diturunkan. Saya akan selalu siap.
BI: Lihat liga ke depan, sebagai pemain Persebaya. Harapan AV seperti apa?
AV: Harapan saya menyatulah orang Surabaya, tidak ada lagi kubu-kubu. Tapi kalau masalah kompetisi, Persebaya hanya satu. Jangan seperti tahun kemarin.
BI: Terakhir, Persebaya tim besar. Yang terjadi sekarang adalah terpecah menjadi 2 kubu. Yang seharusnya mereka hanya ada satu pikiran, Persebaya iku yok opo luwih apik. Dengan konflik Persebaya yang terjadi ini, seorang AV untuk menetapkan satu pilihan terhadap Persebaya. Apakah tidak tergoda tawaran klub lain?
AV: Jujur sebenarnya banyak dengan harga-harga yang diatas Persebaya, tapi rasanya berat untuk meninggalkan Persebaya. Karena saya sudah dari kecil di Persebaya. Kalau selama saya tidak dibutuhkan dengan Persebaya, saya bisa pergi.
Terus terang meskipun Persebaya di divisi apapun, Insya Allah saya tetap disana. Tahun kemarin ada 6 klub, sekarang 5 apalagi ditambah Sporting Lisbon.
BI: Nah, iku aku tau krungu teko Shandy gibol lek gak salah, yo opo iku?
AV: Awalnya LPI ada pra musim, 3 pertandingan saya cetak gol banyak. Pak Llano (CEO) kan dekat dengan Rui Costa, Rui Costa bekerja untuk Sporting Lisbon. Pak Llano mengirim rekaman, dan Rui Costa mau. Dalam 1 minggu disuruh adaptasi, kalau cocok mau. Saya ditelpon pak Llano, bicara empat mata. Saya bisa kesana kalau ada temannya mau, kalau sendirian tidak mau. Tapi belum bicara orangtua. Saya berat meninggalkan orangtua, saya sepakbola ini buat orangtua.
Ok rek, sakmono sik wawancaraku karo Andik Vermansyah. Nomor sepoloh’e Persebaya. Ojo lali gawe terus Support Your Local Football Heroes!
Jakarta, 10 November 2011
@scouse_tommy
bajulijo.net, Andik Vermansyah









Komentar: