Andjiek Ali Nurudin, Istimewa dan Tak Tergantikan (bagian 2-habis)
Memang benar perkataan dari salah satu Kaisar Dinasti Xia tentang kekuatan satu gambar atau selembar foto yang mampu menyampaikan beragam pesan, “A picture speaks a thousand words,”.
Foto adalah bukti otentik yang bisa menangkap suatu realitas tanpa terlalu banyak berkata-kata.
“Kalau cuma bicara saja tanpa bukti, bisa diragukan kebenarannya. Tetapi soal foto-foto, surat-surat dari PSSI saya punya lengkap.”
Untuk itu akan kami paparkan bukti-bukti otentik tentang seorang Andjiek AN, yang merupakan seorang pesepakbola besar di eranya. Dari level kompetisi klub sampai tim nasional, semua sudah dirasakan. Tidak mudah untuk mencapai itu semua, hanya individu-individu terpilih saja.
“I’ve learned that good-byes will always hurt, pictures will never replace having been there, memories good and bad will bring tears, and words can never replace feelings.”.
PERSEBAYA
Kejurnas PSSI 1965-1966. Bob Hippy, Manuputty, Achmad,….,Bambang Irawan (Aktor Film), Ny Januar Pribadi, Phoa San Liong (Januar Pribadi), Andjiek AN
15-2-1964. Persebaya 2 – Persema 0. Stadion Matoangin, Makasar. Andjiek AN (berdiri baris ke-7 dari kiri)
TIMNAS
Sutjipto Suntoro dan Andjiek AN
PSSI vs Furukawa. Stadion Ikada, 1961. Berdiri : Andjiek AN, Bogor Jusuf, Suparno, Agam Djalil, Sony Sandra, Ipong S. Duduk : Faisal Jusuf, Kuswanadji, Idris Mappakaya, Hardi Purnomo,….
LAIN-LAIN
PS HW vs Bintang Timur. Andjiek AN (duduk baris ke-5 dari kiri)
PS PERTAMINA. Andjiek AN (duduk baris ke-6 dari kiri)
Surat Pemanggilan PSSI Junior 1961 untuk Kuartet Jombang.
Surat Pemanggilan TIMNAS (tembusan untuk Fakultas Hukum UNAIR).
Dengan semua yang terpaparkan dengan jelas, maka layaklah kami mengatakan: ANDJIEK ALI NURUDIN, ISTIMEWA DAN TAK TERGANTIKAN!
Terima Kasih Sebesar-besarnya kepada :
- Keluarga Besar H Andjiek Ali Nurudin
- Pak Mardi Santoso
- Pak Umar Chotob
- Keluarga Besar Indonesia Muda
- Novan Media Research













Komentar: